Kepala Bulan Kompany Menangkan City



Sepak pojok dari David Silva berhasil diselesaikan dengan baik oleh Vincent Kompany. Chris Smaling yang kebagian mengawalnya tak bisa menghalanginya. Maklum, Kompany, sang kapten punya tinggi badan 1,91 meter, lompatannya teramat tinggi.


Namun, ternyata bukan soal lompatannya yang istimewa melainkan kepala Kompany. Sudah sejak lama, kepala Kompany memang menjadi ciri khas pemain asal Belgia ini. Jidatnya yang lebar dan bentuk kepala yang unik kerap menjadi olok-olok.

Vincent Kompany, yang berdarah Kongo – sebuah negeri di Afrika Tengah sama sekali tidak pernah marah dengan sebutannya itu. Awal Maret silam, metro co.uk menurunkan tulisan tentang percakapan Kompany di twitternya.

Seorang fans, tentu bukan penggemar City, pernah bertanya soal kepalanya itu. Kira-kira pertanyaan, seberapa besarkah kepalamu Vincent?

Bukannya marah, pastinya bukan karena pertama kali pertanyaan itu muncul, Vincent dengan santai menjawab: “Kira-kira kepalaku sebesar bulan deh LOL”

Seorang wanita ternyata menanggapi jawaban itu, “saya juga berkepala besar, saya pikir itu menandakan ukuran otak saya yang besar,” katanya melalui twitter. Kompany senang sekali dengan jawaban ini, lalu menjawab: betul sekali.

Tampaknya, jawaban Kompany itu sesuai dengan perannya dalam pertandingan di Etihad, beberapa menit lalu. Komentator televisi pertandingan itu menyebut Kompany bukan saja pencetak gol melainkan sebagai pemain bertahan dan juga pengatur irama pertandingan.

Pendukung City pun senang tiada terkira. Sebiji gol berhasil mengangkat kembali City ke puncak klasemen.  Kompany berhasil memainkan perannya sebagai bintang lapangan. Persis seperti chant atau pujian yang biasa diteriakkan para penggemarnya.
Simak saja:

He's big, He's tall, He's scary
his head is not so hairy
your strikers better be wary
the Vincent Kompany

na na na na.

He's big he's tall he's scary
he ain't no f*****g fairy 

it's Vincent kompany 

na na na na.