Gara-gara David Moyes Cewek Ini Jadi Korban


Buruknya penampilan Manchester United di tangan David Moyes membuat pendukung klub ini marah tiada henti. Mereka pun menumpahkan kemarahannya lewat akun twitternya, dengan menyebut nama akun @moyesy.

Simak salah satu yang ditulis akun @kieranharris17. “Terima kasih banyak @moyesy untuk menangani manutd dengan taktik yang sama sekali tak berguna.”

Akun lainnya sama saja. Mereka menyoroti kegagalan Moyes. Bahkan tak jarang yang memakinya. Semua ditulis dengan menyebut akun @moyesy.

David Moyes tenang-tenang saja. Toh akun itu bukanlah miliknya.  Justru seorang perempuan cantik yang bernama Sarah Moyes yang kelabakan. Lini masanya dipenuhi dengan caci maki yang tidak dipahaminya. Maklum dia seorang wanita yang banyak bergerak di dunia fashion.




Hasilnya, dia pun tak tahan lagi dengan serangan tersebut. Dia akunnya, dengan menulis tentang jati dirinya. “Saya tidak memiliki hubungan apapun dengan manajer sepak bola yang bernama David Moyes,” tulisnya.

Dia pun melanjutkan. “Bisakah Anda semua berhenti menyebut akun saya ini. Saya yakin David Moyes memiliki akun sendiri,” tulisnya.



Moyes punya akun twitter? Sepertinya tidak.

Kejadian ini juga pernah terjadi pada akun @rvp yang disangka dimiliki oleh Robin van Persie

Class 92 Membeli Klub Kenangan


Bila David Beckham tengah sibuk dengan membangun klub sepak bola di Miami yang akan laga di Major League Soccer Amerika Serikat, teman-temannya yang lain – yang juga sama-sama merupakan angkatan 92 yang fenomenal itu malah memilih membeli klub kecil di Manchester.

Paul Scholes, Ryan Giggs, Nicky Butt, dan Neville Bersaudara  -- Gary dan Phil patungan membeli klub Salford City. Klub semi profesional ini bermain di Divisi Satu Liga Utara atau Division One North.

Kompetisi ini merupakan kasta kedua dari Northern Premier League. Atau sederajat dengan kasta ke empat dari Sistem Liga Nasional atau kalau mengikuti sistem Liga Inggris – yang merupakan puncaknya adalah Liga Primer, kompetisi yang diikuti Salford berada di divisi 8.

Salah satu rival mereka adalah United of Manchester – yang merupakan klub yang dibangun oleh para fan Setan Merah yang kecewa saat klub itu diambil alih oleh Keluarga Glazer asal Amerika Serikat.

Sebenarnya kabar ini sudah lama muncul. Namun, pengumuman resmi ini baru dilakukan Kamis kemarin. Bersamaan dengan itu pula, klub Manchester United membantah rumor bahwa mereka – para alumni Class 92 akan mengambil alih kepemimpinan manajerial klub itu yang saat ini berada di tangan David Moyes.

Hanya klub kecil memang dan bukan pula niatan dari para bekas pemain hebat Manchester United itu untuk mencari uang. Tujuan mereka, ternyata mulia, yakni ingin membantu anak-anak di sekitar klub itu untuk mewujudkan mimpinya menjadi pemain sepak bola.

Salford adalah klub kenangan mereka. Simak kata Gary Neville. “Aku mengikuti tes masuk Manchester United di Salford. Saat itu saya berusia 11 tahun dan saya tidak aka melupakan betapa pentingnya Salford,” katanya.

Di masa itu, masih kata Gary, semua obsesinya terkumpul di sana. “Bagi saya Salford City FC merupakan tahun-tahun awal , komitmen , rasa lapar , antusiasme , keinginan dan semangat bermain sepak bola,” katanya. “Saya senang bisa mewujudkan usaha ini.”

Sama seperti halnya Gary, pemain paling senior di Liga Primer saat ini Ryan Giggs juga punya kenangan yang sama dengan klub ini. “Semua orang tahu betapa pentingnya Salford adalah untuk saya. Ini adalah akuisisi yang menarik. Kami ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada bakat-bakat muda yang memiliki impian. Kami ingin mereka mampu melakukan itu di Salford,” katanya.

Letak markas Salford memang tidak jauh dari Manchester United. Dengan hadirnya mereka di sana, langkah para pemain muda untuk bisa mengadu nasib di Old Trafford, menjadi lebih pendek.

Namun, masalah bukannya tidak ada. Semua alumnus Class 92 saat ini, mempunyai kesibukan sendiri-sendiri. Giggs masih pemain aktif di United, Phil Neville bekerja bersama David Moyes sebagai staf pelatih. Pun demikian dengan Gary yang terlibat bersama Roy Hodgson menangani timnas Inggris. Paul Scholes dan Nicky Butt sibuk dengan proyek tim junior Manchester United.

Lebih jauh lagi, setelah pembelian itu, belum ada pengumuman tentang perubahan manajemen di klub ini.

Jersey Che Guevara Laku Keras

Klub bola anggota divisi 3 Brasil, Madureira benar-benar ketiban rejeki bagus. Jersey mereka dikabarkan laku keras. Kalau sebelumnya mereka hanya menjual 10 lembar jersey tiap bulannya kini mereka mampu menjual hingga 3 ribu lembar jersey.

Sebabnya di jerseynya pengurus klub menempelkan gambar Che Guevara, tokoh revolusioner Argentina. Nama yang jadi jaminan sukses. Kaos-kaos, cangkir, bahkan minuman energi yang menampilkan gambar Che juga laku keras.

Tapi bukan karena alasan itu saja kalau klub itu memajang wajah siluet Che dalam jerseynya itu. Sebabnya, jersey ini adalah edisi khusus dari ulang tahun kunjungan klub itu saat melawat ke Kubu pada 1963. Edisi jersey ini diberi nama Lima Puluh Tahun Tur ke Kuba.

Saat berada di sana, menurut sejarah klub itu --- Che memang menerima para pemain klub itu. Mereka mengobrol dan berfoto bersama. Makin lengkap, Che atau Kawan Ernesto Guevara -- yang saat di Kuba masuk dalam jajaran pemerintahan bersama Fidel Castro datang ke stadion untuk menonton pertandingan terakhir dalam seri lima pertandingan yang dilakukan klub itu.

Jadi hot item tentu bikin Presiden klub Madureira senang. Elias Duba -- si presiden itu bilang saat ini pabrik tidak mampu memenuhi pesanan yang masuk. "Madureira bukan klub besar tapi perhatian yang diberikan gara-gara jersey ini membuat saya berpikir sebaliknya," katanya gembira.

Sumber: Reuters

Kasihan, Anak Beckham Belum Juga Dapat Klub

Pemain bola belum tentu punya anak yang jago juga. Sudah banyak buktinya. Anaknya Johann Cruyff -- si Jordy masih lumayanlah. Lainnya jeblok. Anak Diego Maradona -- yang jagonya minta ampun, hanya bisa main di klub divisi bawah.

Nasib yang nyaris sama terjadi juga dengan anak bekas bintang Manchester United David Beckham, Brooklyn, 14 tahun.

Setelah ikut trial di beberapa klub, seperti LA Galaxy, PSG, QPR, dan Chelsea -- dia pun kemudian berlabuh di klub bekas ayahnya menangguk banyak gelar, Manchester United. Kamis lalu, dia sudah berada di Pusat Latihan MU di Carrington.

Harapannya, sama seperti sang daddy -- yang pada usia yang sama diterima masuk dalam akademi The Red Devils. Untuk itu dia akan berada dalam beberapa waktu di sana, sampai nanti keputusan lulus atau tidaknya diumumkan pihak klub.

Brooklyn -- si sulung itu, disebut punya kemampuan dribble yang oke punya. Namun nyatanya itu tidak cukup. Pihak klub sendiri menolak untuk memberikan jawaban soal hasil dari latihan itu. Bahkan David Moyes -- manajer United sempat sewot ketika ditanya wartawan soal kemungkinan Brooklyn bergabung dengan mereka.

"Kami tidak membicarakan soal pemain muda. Anda tidak usah bertanya dan mengharapkan saya untuk menjawabnya kan?"

Banyak yang menduga ini adalah jawaban yang sebenarnya dari klub yang tidak ingin mengontrak Brooklyn sebagai pemainnya. Dengan kata lain, seperti juga di beberapa klub sebelumnya -- maaf Brooklyn memang anak Beckham tapi dia tak memiliki kehebatan yang bapak.

Beckham, eh si Brooklyn terpaksa harus mencari klub lain yang cocok untuk menampungnya.

Sumber: BBC, MEN
Sent from my @ngiknguks Berry®