13.1.15

Gaji Pemain Manchester United Termahal di Liga Inggris



Companies House mengeluarkan laporan tahunannya. Salah satu isinya menyebutkan bahwa uang yang dibayarkan Chelsea untuk gaji para pemainnya, di musim lalu, naik 8 persen menjadi 190,5 juta pound. Atau naik 8 persen dari musim sebelumnya.

8.1.15

Formasi Aneh Tim Lazio, 0-10




Manajer Sinisa Mihajlovic sepertinya sudah kehabisan akal dalam menangani Lazio. Bekas pemain timnas Serbia yang juga pernah main di Lazio ini akhirnya mencoba formasi yang tidak biasa. 

Buntut Kekalahan 1-7 dari Jerman, Dante Labrak Muller


Jadi pemain Brasil sungguh membanggakan. Tapi, tidak setelah mereka kalah 1-7 oleh Jerman di babak semi final Piala Dunia lalu. Lebih apes lagi buat Dante – bek yang sehari-harinya mencari uang di klub Bayern Muenchen di Bundesliga.

24.12.14

Mudah-Mudahan Borrusia Dortmund Bisa Cetak Sejarah


Sejauh ini Borrusia Dortmund masih berkibar di Liga Champions. Mereka melaju ke babak kedua liga para juara ini. Februari nanti, tanggal 24 mereka akan terbang ke Turin, Italia untuk menghadapi Juventus dan 18 Maret akan menerima kehadiran juara Italia itu untuk pertandingan kandang. 

7.12.14

Chelsea Kalah, Mou Salahkan Anak Gawang Musuh


Bukan Jose Mourinho kalau tidak pintar bicara. Apalagi kalau Chelsea kalah. Saat melawan Newcastle, The Blues kalah untuk pertama kalinya di musim ini. Dua gol dari Papiss Cisse yang kemudian dibalas Didier Drogba menyebabkan skor ditutup pada angka, 2-1 untuk tuan rumah.

30.11.14

16 Kali Madrid Menang, Jari-Jari Ancelotti Tak Cukup




Jari dan jempol tangan digoyang. Begitu cara Gareth Bale, Sergio Ramos, dan bos mereka Carlo Ancelotti, merayakan kemenangan mereka secara berturut-turut. Gaya mereka yang menunjukkan lima jarinya masing-masing plus jempol Ancelotti, itulah yang diabadikan dalam berfoto dan diunggah di akun milik Sergio Ramos.

Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, mereka menang 16 kali berturut-turut. Penggenapnya adalah kemenangan mereka atas Malaga, 2-1 di Stadion La Rosaleda, Malaga, Ahad dini hari kemarin.

13.10.14

Bawelnya si Coco, Beo Milik Radamel Falcao

Radamel Falcao baru saja mencetak satu gol untuk klub barunya, Manchester United. Gol itu dibuat saat dia bertanding membela MU melawan Everton, dua pekan lalu. Tapi bukan karena catatan golnya yang minim itu, bila kemudian sang istri yakni Lorelei – mengalami kepusingan yang luar biasa.

Rupanya, di rumah bintang asal Kolombia itu terdapat seekor burung beo kesayangan sang suami. Namanya, Coco. Nah, sepanjang waktu dia terus berkicau-kicau dengan kata-kata yang sama. “Gol de Falca ” atau  “Gol yang hebat”.

4.10.14

Menganggur dan Nyaris Bangkrut, Pahlawan Piala Dunia Jerman Ditawari Jadi Cleaning Service


Andreas Brehme adalah orang yang membuat Diego Maradona menangis tersedu-sedu. Di final Piala Dunia 1990 di Italia, dia menjadi satus-satu pencetak gol di pertandingan final antara Jerman Barat melawan Argentina. Tapi sebiji gol dari tendangan penalti itu membuat Jerman menjadi juara dunia untuk ketiga kalinya dan membuat Argentina, termasuk Diego Maradona menangis terisak-isak.

15.9.14

Mesut Ozil Bertetangga dengan Mick Jagger



Setelah meneken surat kontrak bekerja di Arsenal, Mesut Ozil dan pacarnya, penyanyi Jerman Mandy Capristo pindah ke rumah mewah mereka di kawasan yang teramat eksklusif London. Di sana, dia pun punya tetangga yang keren-keren. Tercatat, Mick Jagger – penyanyi hebat Rolling Stones, Hugh Grant, dan Madonna, tinggal di kawasan yang sama.

12.9.14

4 Pemain Sepak Bola Brasil yang Bikin Pusing Wasit


Empat pemain timnas Brasil ini dijamin akan bikin wasit pusing. Seperti halnya, wasit Andre Marriner yang berjuang mati-matian untuk mencari pembeda antara dua pemain Arsenal yang tongkrongan dan wajahnya yang mirip, yakni Alex Oxlade-Chamberlain dan Kieran Gibbs, dua orang kribo dan dua orang gundul ini bisa jadi masalah di lapangan.

29.3.14

Gara-gara David Moyes Cewek Ini Jadi Korban


Buruknya penampilan Manchester United di tangan David Moyes membuat pendukung klub ini marah tiada henti. Mereka pun menumpahkan kemarahannya lewat akun twitternya, dengan menyebut nama akun @moyesy.

28.3.14

Class 92 Membeli Klub Kenangan


Bila David Beckham tengah sibuk dengan membangun klub sepak bola di Miami yang akan laga di Major League Soccer Amerika Serikat, teman-temannya yang lain – yang juga sama-sama merupakan angkatan 92 yang fenomenal itu malah memilih membeli klub kecil di Manchester.

8.11.13

Jersey Che Guevara Laku Keras

Klub bola anggota divisi 3 Brasil, Madureira benar-benar ketiban rejeki bagus. Jersey mereka dikabarkan laku keras. Kalau sebelumnya mereka hanya menjual 10 lembar jersey tiap bulannya kini mereka mampu menjual hingga 3 ribu lembar jersey.

2.11.13

Kasihan, Anak Beckham Belum Juga Dapat Klub

Pemain bola belum tentu punya anak yang jago juga. Sudah banyak buktinya. Anaknya Johann Cruyff -- si Jordy masih lumayanlah. Lainnya jeblok. Anak Diego Maradona -- yang jagonya minta ampun, hanya bisa main di klub divisi bawah.

Mou Lebay Lagi, Gue Tabok!

Bukan Jose Mourinho kalau tak bikin ulah. Saat menjamu Manchester City pekan lalu dia bikin keki Manajer Manuel Pellegrini. Gara2nya dia merayakan gol Fernando Torres yang membuat Chelsea menang, dengan berlebihan. Dia melompat ke arah penonton. Dia pun disambut pelukan pendukung tim tuan rumah. Mou pun dihujat banyak orang karena berlebihan alias lebay. "Saya ingin merayakan gol dengan anak saya," Mou membela diri.

Manuel Pellegrini pun sebal. Kedua orang yang memang berperang dingin saat sama berkompetisi di Spanyol musim lalu. Pelatih Cile itu ogah bersalaman ketika pertandingan usai.

Menghadapi Newcastle nanti malam, manajer klub itu Alan Pardew mewanti-wanti si Portugis itu agar tidak mengulangi kelakuannya itu saat berada diSt James' Park --kandang Newcastle.

"Dia pasti gak mau melompat-lompat kaya gitu lagi, sebab entar bakalan gue gampar," kata Pardew, sambil nyengir. "Badan saya lebih gede dari dia. Dia tahu kok. Nah kalau dia mulai melompat-lompat kaya gitu lagi, di depan pendukung kami, dia akan mendapatkan masalah."

Pardew mengaku tak masalah dengan kelakuan lebay Mou seperti itu. "Saya sendiri memiliki riwayat selebrasi begitu. Dia cuma bikin saya tertawa geli."

Sumber: Telegraph

Liverpool Rekrut Cewek Majalah Playboy

Rabu lalu, Liverpool baru saja mengikat kontrak dengan perempuan cantik yang berumur 29 tahun. Bukan untuk dijadikan pemain tentu saja. Sayang ah kalau disuruh lari-lari mengejar bola.

Perempuan ini akan menjadi presenter di saluran televisi mereka, LFCTV. Rossana Davison, namanya. Dia memang cakep setengah mati. Maklum, dia bekas Miss World di tahun 2003 lalu. Selain itu, dia juga seksi.

Soal ini tak usah diragukan. Dia juga pernah tampil sebagai model majalah Playboy. Hmmm....

Tapi bukan soal cantik dan seksi kalau dia terpilih jadi presenter. Rossana memang Liverpudlian sejati. Sejak kecil, dia menjadi pendukung setia The Reds.

Hal itu ditularkan oleh sang ayah, Chris de Burgh, seorang penyanyi yang juga fans berat klub itu. Di tahun 1980-an dia pernah terkenal dengan lagu, "Lady in Red." Lagu yang didedikasikan pada penggemar Liverpool.

"Saya sangat, sangat menyukai pekerjaan ini. Apalagi saya adalah pendukung klub ini sejak lama," katanya. "Saya harap ini adalah permulaan yang menyenangkan."

Model asal Irlandia ini nantinya akan menjadi host untuk acara-acara yang berkaitan dengan fans di negerinya. Saat ini dia sudah membuat dua program berdurasi 30 menit. Acara ini akan rutin tayang akhir tahun ini.

Sumber: Irish Herald.

30.10.13

Pjanic, Incaran Baru David Moyes


Namanya Miralem Pjanic, umurnya 23 tahun, dan yang paling penting: maennya oke punya. Dia menjadi satu dari trio AS Roma yang penting. Aksinya bersama Kevin Strootman dan Daniel De Rossi di lini tengah Roma membuat mereka meraih sembilan kemenangan sampai saat ini.

Wajar saja kalau Manchester United ngebet pada pemain asal Bosnia ini. Menurut pantauan talent scout yang kabar rutin menyaksikan kehebatan Pjanic tiap minggunya -- pemain yang mengawali karirnya di Luxembourg ini merupakan pemain yang dicari United.

Nilai lebih lainnya, Pjanic diketahui lancar berbahasa Inggris. Jelas ini memudahkan Pjanic untuk beradaptasi dengan cepat.

Untuk pemain ini, kabarnya mereka berani mengeluarkan uang hingga 25 juta pound untuk mendapatkannya di masa bursa transfer Januari nanti.

David Moyes memang masih membutuhkan pemain tengah yang berperan sebagai pengatur serangan Setan Merah. Awal musim lalu, dia gagal mendapatkan Cesc Fabregas dari Barcelona. Begitu juga dengan Ander Herera --pemain Athletic Bilbao.

Kalau benar serius, kali ini United bisa mendapatkannya. Meski, menurut laporan media di Italia, Roma juga menawarinya kontrak baru selama lima tahun -- apalagi dia juga diperlukan untuk merebut Scudetto. Masalahnya sesuai dengan regulasi di sana, sepak bola Italia yang tengah dilanda paceklik membatasi jumlah transaksi pembelian pemain. Kalau saja United berani pasang harga tinggi, praktis Pjanis bisa berseragam Setan Merah.

Kalau pun melepasnya, Roma tetap untung besar. Saat dibeli dari Metz Prancis, pada 2011, mereka hanya mengeluarkan uang sebanyak 9 juta pound.

Tragis, Pemain Muda Villareal Tewas oleh Ayahnya Sendiri


Suasana duka menyelimuti klub Villareal, Spanyol. Sebelum memulai latihan mereka pun selama satu menit menundukkan kepala untuk memberi penghormatan pada Jorge Monzonis Sempere.

Sempere, 10 tahun, adalah siswa akademi sepak bola klub itu yang tewas terbunuh oleh ayahnya sendiri, Senin lalu. Penyebabnya, hanya disebutkan sebagai korban dari tindakan kekerasan dalam rumah tangga.

Menurut Kepolisian Nasional Spanyol, selain membunuh anaknya ayah Sempere yang tidak disebut jati dirinya itu juga membunuh istrinya. Sebelum akhirnya dia memutuskan untuk bunuh diri dengan melompat dari atap apartemen tempat mereka tinggal.

Atas kematian itu, klub Villarreal yang berjuluk Yellow Submarine itu menyatakan kedukaan yang mendalam. "Villarreal CF menyatakan duka yang mendalam atas kepergian Jorge Monzonís Sempere, pemain Alevin F, klub sepak bola kami," demikian pernyataan resmi di laman klub.

Ungkapan duka juga disampaikan klub saat klub senior mereka bertanding di La Liga, melawan Getafe, Kamis besok. "Sebelum pertandingan akan dilangsungkan mengheningkan cipta."

Selamat jalan Jorge. Rest in Peace.

Fabien Barthez Juara Balap



Bekas kiper Manchester United dan juga timnas Prancis, Fabien Barthez menunjukkan kemampuannya dalam mengendalikan kemudi sehebat ketika dia berada di bawah gawang.  Akhir pekan lalu, dia dianugerahi sebagai juaras seri GT Prancis.

Di Sirkuit Paul Richard, dekat Marseille, Barthez yang bergabung dengan tim Sofrev ASP, berhasil menyelesaikan balapan di tempat ke-5. Saat yang bersamaan, temannya satu tim Morgan Moullin-Traffort berhasil di posisi ke-8.

Meski tidak menjadi yang pertama, namun tambahan poin dari sirkuit itu cukup untuk membuatnya mendapatkan 174 poin – yang merupakan tertinggi dari pembalap lainnya. Dua kemenangan dan empat kali naik podium membuat dia yang terbaik di antara 21 pembalap lainnya. Sekaligus dia juga mengalahkan juara dunia rally Sebastian Loeb.

Pencapaian yang luar biasa tentu saja. Barthez yang sekarang berumur 42 tahun, baru menekuni olahraga ini setelah dia mundur dari sepak bola, saat berumur 35 tahun.  “Saya sudah lama tergoda dengan balapan seperti ini. Bahkan ketika saya masih bermain sepak bola, balapan seperti tak henti menggangguku,” katanya.

Setelah menekuni balapan dia merasa bahwa olahraga ini sama sekali tidak terpengaruh oleh usia. “Tidak seperti sepak bola, di dunia balapan siapa pun bisa tetap bagus sekalipun sudah berumur 35 tahun,” kata Barthez.

27.10.13

Kalah Main PS, Lukaku Hancurkan Joystick



Main PS memang menyenangkan. Di tangan kita, pemain hebat dunia bisa dikontrol kehebatannya. Berteriak, senang-senang, atau kesal adalah akibat dari permainan ini. Tapi, beda lagi dengan Romelu Lukaku.

Bermain dengan teman satu klub, Kevin Mirallas, pemain yang sangat piawai di lapangan terjadi tidak ada apa-apanya. Berkali-kali, main dia selalu kalah.

Akibatnya, karena kesal dia pun membanting joysticknya. Hasilnya, joystick itu hancur meski tak berkeping-keping.

Kalah main FIFA 14, Romelu Lukaku menghancurkan pengontrol PS3. Itu terjadi ketika pemain asal Belgia itu bermain melawan Kevin Mirallas, temannya di Everton.

Lukaku pun memamerkan kekuatannya di luar lapangan itu di jaringan Instagram. Mungkin saja, maksud dari memamerkan fotonya itu dia ingin bilang ada Mirallas, jangan main-main. “Aku akan mengalahkanmu kelak.”


Hikmah dari kisah ini jangan takut main FIFA 14 dengan pemain bola hebat sekalipun.