24.4.12

Meludahi Lawan, Erik Lamela Dilarang 3 Kali Main



Kalau sudah kalah, pikiran memang sering jadi buntu. Emosi pun gampang terbang. Erik Lamela adalah contohnya. Saat timnya, AS Roma ketinggalan 0-4 dari Juventus tiba-tiba saja dia jadi ringan lidah. Bawel? Bukan, lidahnya jadi pelontar ludah yang dahsyat. Dari jarak lebih satu meter, ludahnya berhasil mendarat di tubuh Stephan Lichtsteiner, pemain Juventus.

Alkisah, tuan rumah yang bermain hanya dengan 10 orang tak bisa lagi menandingi permainan tim tamu. Saat beradu mulut, Lichtsteiner berusaha untuk membuat Erik Lamela diam. Namun, karena gondok, sambil berlari dia mendekati Lichsteiner, dan cuih dia membalas dengan melontar ludah itu.
Sepertinya Lamela aman-aman saja. Hingga pertandingan berakhir dia sama sekali tidak mendapatkan kartu. Namun, kamera menjadi mata yang menolong Lichsteiner. Dari rekaman gambar itulah, Lamela dikenakan sanksi larangan bertanding sebanyak 3 kali.
Pihak klub pun dalam pernyataannya di websitenya menyatakan tidak akan menggugat hukuman itu. Malah mereka menyatakan Lamela telah menyesal dengan tindakan itu dan meminta maaf pada Lichsteiner dan juga pendukung klub itu.
Aksi ludah di lapangan bukan pertama kali terjadi. Dalam Piala Dunia 1990, Frank Rijkaard dan Rudy Voeller terlibat adu ludah. Ceritanya saat itu, Rijkaard terlibat cekcok mulut dengan Voeller. Tanpa dinyana, karena kesal dia meludahi Voeller yang tubuhnya lebih pendek.  Beda dengan Lichsteiner, dia malah membalas kelakuan Rijkaard. Cuih.  Karena keduanya berlaku tidak sportif, mereka pun diusir dari pertandingan.
Dalam sebuah wawancara Rijkaard mengaku malu dengan kelakuannya tersebut. Semua itu terjadi karena dia mengaku tak bisa mengontrol emosinya.