Showing posts with label rasisme. Show all posts
Showing posts with label rasisme. Show all posts

Kasihan, Gelandang Brasil Ini Diteriaki Sebutan Rasis Sepanjang Pertandingan. Akhirnya Dia Nangis dan Melontarkan Balasan pada Penonton

Foto: Independent

Pendukung klub FK Rad ini sungguh keterlaluan. Saat klub itu melangsungkan pertarungan derby dengan klub sekota, yakni Partizan Belgrade yang sama-sama main di Super Liga Serbia,  Ahad lalu, mereka tak henti-hentinya menyanyikan lagu ciptaan mereka yang berbau rasis. Ada kata-kata monyet dalam lagu mereka itu.

Tak syak lagi, lagu tak senonoh itu ditujukan pada pemain lawan, yakni Everton Luiz – gelandang asal Brasil yang berkulit hitam. Sekali dua kali, mungkin Everton – kok pake nama klub asal Inggris ya, bisa terima. Tapi yang dialaminya sepanjang pertandingan lagu itu sama sekali tak berhenti. Setiap dia mendapat bola, langsung para pendukung tim tuan rumah menyanyikan lagu itu.

Tak hanya itu, di salah satu tribun hinaan bernada rasis juga terpampang dalam poster yang dibuat para pendukung klub itu. Wasit kemudian menghentikan pertandingan dan meminta agar spanduk itu diturunkan.

Namun hinaan terhadap Everton Luiz – yang berumur 28 tahun tak lantas berhenti. Malah, mereka makin menggila menyanyikan lagu rasis itu. Untungnya, Everton punya kesabaran yang luar biasa.

Kemarahannya benar-benar meledak setelah pertandingan usai. Saat meninggalkan lapangan dia mendatangi penonton yang menghinanya itu. Tak hanya memarahi para penonton itu, dia juga mengakhiri ledakan emosinya dengan  mengacungkan jari tengahnya.


Polisi yang melihat gelagat tak baik dari tindakan Everton itu, langsung membawanya ke ruang ganti. Demi untuk menghindari kemarahan tim tuan rumah. Bukan apa-apa, dalam pertandingan itu meski sudah habis-habisan menjatuhkan mental para pemain Partizan terutama Everton, tim kesayangan mereka tetap saja keok 0-1.

Seusai pertandingan, Everton Luiz mengaku kesal dengan perlakuan yang diterimanya itu. “Saya tidak bisa menahan air mata ini. Sepanjang pertandingan, 90 menit – mereka tak henti-hentinya menghina dengan kata-kata rasis,” katanya.

Kekesalan Luiz pun makin menjadi karena dia menganggap para pemain tim rumah yang membiarkan para pendukungnya melancarkan hinaan itu. “Mereka seharusnya menenangkan bukan malah mendukung aksi itu.”
 

Punya komentar?

Ada Temannya Shaun The Sheep di Liga Inggris




Sir Alex Ferguson benar-benar pusing menghadapi para pemain yang memboikot gerakan Kick It Out – yang anti rasisme di sepak bola. Satu pemain yang membuatnya kalap adalah pemain asal Reading, Jason Roberts.

Robert mengaku memboikot karena gerakan itu seperti berjalan di tempat. Gerakan itu tidak mampu menghalau rasisme yang belakangan malah ramai di Liga Inggris.

Roberts, 34, bersumpah dia untuk menendang rasisme tapi dia tidak percaya bila ada gerakan yang bisa bekerja buat dia dan teman-temannya.  Mendengar komentar itu, Fergie langsung berkomentar pedas. Kata dia, “Tak seharusnya domba berkeliaran.”

Wah gawat nih. Apakah ini akan menuai kasus rasisme baru? Adakah binatang seperti domba dikategorikan sebagai perbuatan rasis? Selama ini, hanya kera, pisang, dan suara bunyi kera yang masuk dalam kategori perbuatan rasis.

Atau memang Fergie sudah jauh-jauh hari memilih kata-kata untuk  mengungkapkan kemarahannya tanpa perlu mendapatkan masalah. Kalau pun ada masalah, mungkin dari Shaun – domba dari lilin yang tiap sore mampir di teve.

Sumber: Huffington Post

Ada Suara Monyet Saat Belanda Latihan



Rasisme benar-benar menjadi ancaman dalam perhelatan Piala Eropa ini. Belum lagi turnamen dimulai, tindakan rasisme pun sudah muncul. Ini terjadi saat tim nasional Belanda melakukan latihan sore kemarin, di Krakow, Polandia.

Latihan yang terbuka untuk umum ini disaksikan sekitar 25 ribu penonton semula berlangsung aman. Namun keadaan berubah menjadi tidak menyenangkan saat sekitar ratusan orang menirukan suara monyet kepada pemain-pemain Belanda berkulit hitam.

Suara-suara ini muncul saat mereka berkeliling stadion, penonton pun menyambut mereka dengan lambaian tangan. Namun, saat melewati bagian lain di staduion mereka malah mendapatkan cemoohan berupa suara monyet. Saat masuk ke putaran, suara itu malah makin keras. Para pemain pun berhenti. Tak melanjutkan aksi keliling stadion "Setidaknya kita tahu apa yang kita hadapi,” kata Bert van Marwijk, pelatih Belanda.

Tak suka dengan perlakuan itu, kapten tim Mark van Bommel mengajak teman-temannya untuk memindahkan lokasi latihannya di bagian lain stadion itu.  “Baru juga pulang dari Auschwitz (eks ladang pembantaian Nazi), kita harus menghadapi kenyataan seperti ini,” kira-kira begitu komentar van Bommel.

Van Bommel mengancam bila keadaan ini tidak berubah, dan terjadi lagi di saat pertandingan yang sesungguhnya, mereka akan walk out dari pertandingan.

Tanggapan UEFA benar-benar lucu. Kata mereka, tidak ada orang-orang yang menirukan suara monyet. Mereka protes karena Krakow tidak dijadikan satu dari empat kota yang menyelenggarakan turnamen ini.
Van Bommel pun makin sewot.  “Mereka harus buka mata dan telinga,” katanya. Malu-maluin saja.