Showing posts with label Roberto Mancini. Show all posts
Showing posts with label Roberto Mancini. Show all posts

Mancini Pasang Iklan Terima Kasih untuk Fans




Bekas pelatih Manchester City memasang iklan satu halaman penuh berupa ucapan terima kasih kepada para fans klub itu. Keputusan itu dilakukannya karena dia setelah dipecat, tidak lagi punya akses untuk sekadar menyapa atau mengucapkan selamat tinggal pada fans-nya. Untuk iklannya itu, dia mengeluarkan uang sendiri.

Meski kurang mendapatkan dukungan dari klub dan para pemainnya, namun lelaki asal Italia ini cukup mendapatkan penghargaan dan penghormatan dari fansnya.

Mancini, bagi fans-nya sendiri merupakan sosok yang berhasil mengangkat Manchester City ke posisi yang terhormat. Di tangannya, City yang puasa gelar selama 44 tahun, pada musim lalu kembali menjadi juara.

Sadar bahwa dia dicintai para fans, dia pun merasa perlu untuk sekadar mengucapkan terima kasih. Dalam iklan yang dimuat di Harian Manchester Evening News itu, Mancini menyertakan tiga buah piala yang direbutnya bersama City dalam tiga musim. Piala FA, Community Shield, dan Liga Primer.

Dengan iklannya itu, Mancini tetap berada di hati fansnya.


Kalah dari Ajax, Roberto Mancini Akui Kesalahannya



Malang tak dapat ditolak, menang tak bisa diraih. Sempat unggul di babak pertama melalui gol Samir Nasri, tapi kemudian keadaan berbalik. Tuan rumah, Ajax memborong tiga gol. Skor menjadi tak elok 1-3. Siem De Jong, Niklas Moisander, dan Christian Eriksen, menjadi brandalan yang mengirim Roberto Mancini ke jurang kesedihan.

Untuk kedua kalinya, Manchester City kalah di laga Liga Champions. Sebelumnya, mereka keok dari Real Madrid. Sehingga kini, mereka berada di dasar klasemen atau juru kunci dengan perolehan nilai 1, hasil dari menahan imbang Borussia Dortmund.

“Saya pikir mereka bermain lebih baik dari kami, itu mungkin kesalahan saya karena saya tidak mempersiapkan para pemain dengan baik untuk pertandingan ini,” kata Roberto Mancini.

Jarang terjadi lelaki asal Italia ini mengambil semua kesalahan sebagai sebab dari dirinya. Saat kalah dari Madrid, dia lantas menyalahkan kiper Joe Hart. Dia mengakui tidak menyiapkan perjalanan ke Belanda dengan baik. "Ketika Anda mempersiapkan permainan, Anda pikir itu bisa menjadi salah satu cara tapi kemudian itu adalah permainan yang berbeda.

Cara permainan itulah yang dikritik oleh Micah Richards. Bek Manchester City ini menyebut para pemain lebih menyukai formasi 4-4-2. Namun, Roberto Mancini malah menaruh tiga pemain di belakang. "Setelah gol kedua, kami hancur,” katanya.

Kini langkah City untuk lolos ke babak knock-out terasa makin berat. Untuk lolos, tidak ada kamus lain, mereka harus memenangi seluruh pertandingan dan itu tidaklah mudah. Semua tim tentu ingin menang.

Sumber: Metro

Menghibur Mancini, Gadis 8 Tahun Hadiahkan Pastiles



Beginilah yang namanya fans sejati. Saat melihat timnya terpuruk, anak berusia 8 tahun ini langsung menghiburnya. Bukan sebab pilih-pilih, kalau dia menghadiahi permen kepada Roberto Mancini, sang manager, tapi semata hanya dialah yang paling dia tahu apa kesukaannya. “Saat berada di lapangan, Mancini selalu mengunyah pastiles dengan rasa buah,” Kirsty, 39 tahun, ibu dari Megan Kinghorn, fans berat Manchester City.

Hari-Hari Galau Roberto Mancini



Saat ini tidak ada manajer di Liga Inggris yang segalau Roberto Mancini. Akumulasi kegalauannya mengantarnya ke puncak galau yang paling tinggi. Menjelang pertandingan nanti malam dengan Arsenal, rupa-rupa kegalauan langsung menggempurnya.